
DESAHANML - Waktu aku kelas satu SMA ada guru biologi yang cantik dan sangat enak jika memberikan pelajaran. Namanya Bu Riska umurnya dua puluh delapan, kulitnya putih halus dan bodynya padat berisi terlebih lagi dia menikah pada usia dua puluh enam tapi sekarang janda karna suaminya meninggal waktu usia perkawinan mereka baru empat bulan karena kecelakaan lalulintas. Yang aku senang dari Bu Riska adalah jika mengajar ia sering tak sadar kalau bagian atas bajunya agak terbuka sehingga tali BH pada bagian pundaknya sering terlihat oleh aku yang jika pelajarannya selalu mengambil duduk di depan dekat meja guru. BH yang dia gunakan selalu warna hitam dan itu selalu menjadi tontonan gratisku setiap pelajarannya. AGEN QQ
Pagi itu sekitar jam delapan lewat kami sudah dipulangkan karna akan ada rapat guru. Aku agak kesal karna pelajaran kedua biologi artinya aku gak bisa ngeliat pemandangan indah hari ini, dan untuk menghilangkan suntuk aku pun pergi main ketempat kawanku. Aku masih tak tahu aku akan dapat rejeki nomplok. Sekitar jam sembilan lewat aku pergi pulang, dan pada saat lewat sekolah aku melihat Bu Riska sedang menunggu angkot, aku pun mengajaknya,
”mari saya antar Bu” ajakku tanpa berharap dia mau
”tapi rumah ibu agak jauh ky” ia mencoba menolak
”gak pa-pa kok bu, gak enak sama guru PPKN” candaku
setelah berpikir sebentar akhirnya ia mau” iya deh tapi ibu pegangan ya soalnya ibu pernah jatuh dari motor ”
”silahkan Bu”
Setelah itu kau menjalankan motorku dengan kecepatan sedang. Tangan Bu Riska yang berpegangan pada pahaku menyebabkan reaksi pada penisku, apalagi jika mengerem pada lampu merah aku merasa ada sesuatu yang empuk menekan dari belakang.
Sampai dirumahnya yang agak berjauhan dengan rumah-rumah yang lain aku disuruh masuk dulu. Dan ketika sudah duduk di sofa empuk Bu Riska bicara,
“ibu ganti baju dulu ya ky”
Setelah itu ia masuk kamar dan menutup pintu mungkin karena kurang rapat sehingga pintu itu terbuka lagi sedikit. Entah setan mana yang masuk ke kepala ku sehingga aku memberanikan diri untuk mengintip ke dalam. Di dalam sana aku bisa melihat bagaimana Bu Riska sedang membuka satu persatu kancing bajunya dan setelah kancing terakhir ia tidak langsung menanggalkan bajunya, tapi itu sudah cukup membuat nafasku memburu karena ku bisa melihat kalau sepasang dadanya yang besar seperti hendak melompat keluar. Karena terlalu asyik pintu itu pun terbuka lebar. Aku kaget dan hanya bisa mematung karena ketakutan. Bahkan penisku langsung mengkerut.
Melihat aku, Bu Riska tidak terlihat kaget dan tetap membiarkan bajunya terbuka. Setelah itu ia mendekati aku,
”kamu sering ngeliat BH ibu kan” tanyanya didekat telingaku
”i..iya Bu” jawabku ketakutan.
”kalau gitu ibu kasih kamu hukuman” lalu ia menarikku dan didudukkan ditepi tempat tidur.
”sekarang kamu baring tutup mata dan jangan gerak kalo teriak boleh aja” katanya dengan suara nafas yang agak memburu.
Aku pun menurut karna merasa bersalah. Lalu ia membuka retsleting celana sekolahku menurunkan CDnya dan mengelus-elus penisku dengan lembut, setelah penisku tegak lagi dia berjongkok dan menjilatinya. CERITA DEWASA
“auh.. uh.. uuh ..” rintihku menahan kenikmatan semantara Bu Riska sibuk dengan aktivitasnya
“ah .. mmhh.. Bu stop bu” rintihku karena aku merasa seperti mau meledak.
Dia tak menjawab, malah semakin hebat menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang dan tanpa bisa ku bendung lagi, muncratlah cairan putih itu dan aku langsung terduduk sambil berpegangan pada tepi ranjang.
Rasanya seperti sedang melayang, ia telan habis spermaku sementara aku masih terduduk kaku, malu takut dan senang bercampur jadi satu. Bu Riska lalu berdiri dan tersenyum,
“gimana..lebih enak dari pada cuman liat kan..?” sambil kedua tangannya menjambak rambutku
“iya Bu enak sekali” jawabku mulai berani sambil ikut berdiri.
Setelah wajah kami berhadapan ia menciumku dengan lembut, lalu membimbingku duduk ditempat tidur. Kami berpelukan dan Riska kembali menciumku, lalu melumat bibirku sementara tangannya menanggalkan seluruh pakaian ku, dengan tangkas aku mengimbangi gerakan tangan itu sehingga akhirnya kami sama sama tanpa pakaian. Bedanya aku telanjang bulat sementara Riska masih memakai BH hitamnya karna memang sengaja tak ku lepas.
Bu Riska Kemudian melepaskan ciuman di bibirku lalu mengarahkan kepala ku ke bawah yaitu payudaranya, aku segera melepas BH nya dan mulai meremas-remas dadanya, sekali-sekali aku puntir putingnya sehingga ia melenguh panjang. Puas meraba aku lalu menyapu seluruh dadanya dengan lidahku dan menyedot ujung putingnya sambil digigit-gigit sedikit. Hasilnya hebat sekali Riska bergoyang sambil meracau dengan kata-kata yang tak jelas. Setelah itu Riska berdiri sehingga aku berhadapan dengan vaginanya, wangi yang baru pernah ku cium itu membuatku bertambah panas sehingga kujilati semua permukaan vaginanya yang sudah banjir itu.
Setelah itu Riska merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap kepalaku pahanya dibuka. Sehingga memudahkan aku menjilat dan memasukkan lidahku ke dalam vaginanya dan menggigit-gigit bagian daging yang merah jambu. Sehingga tubuh Bu Riska semakin mengejang hebat,
“sshh.. aahh.. terus ky” pintanya diikuti desah nafasnya.
Sekitar lima menit ku sapu vaginaya aku melepaskan dekapan pada kepalaku dan kembali mengulum bibirnya. Ia lalu meraih penisku
“masukkan ya ky udah gak tahan” katanya dengan terengah dan membimbing penisku menerobos goa miliknya yang tek pernah lagi merasakan penis semenjak suaminya meninggal. Aku merasakan kenikmatan yang lebih hebat dibandingkan saat dimasukkan kemulutnya.
“slep..slep..slep” kuputar-putar didalam sambil mengikuti goyangan pantat Bu Riska. sambil ku pompa bibir kami terus berperang dan tanganku meraba dan meremas payudaranya dan sekali kali memuntir putingnya.
“uh..ah..mm..ssh..terus ky..mmh” desahnya sambil meremas pantatku.
Penisku terasa semakin menegang dan vaginanya semakin hebat berdenyut memijit penisku, tak terasa sudah sepuluh menit kami “bergoyang”.
“ooh ..mmh.. ah udah gak kuat.. biarin aja di situ ky mmh ..” rintih Bu Rismk terpejam.
Aku pun semakin memperdalam tusukanku dan mempercepat tempo karena juga merasakan sesuatu yang akan keluar.
“sshh..aarrgghh” jeritnya sambil mencengkram punggungku,
“aahh..aahh” desahku pada saat yang bersamaan sambil mulutku menyedot kedua puting susunya kuat-kuat secara bergantian.
Air maniku muncrat bertepatan dengan air hangat yang terasa memandikan penisku didalam vaginanya. Kami menikmati puncak orgasme sampai betul-betul habis, baru aku mencabut penisku setelah sangat lelah dan bebaring di sebelahnya sambil meremas dadanya pelan-pelan. QQ ONLINE
Kemudian Bu Riska menindihku dari atas dan bertanya “gimana hukuman dari Ibu ky ..?”
“enak Bu hukuman terenak di dunia makasih ya”
“Ibu yang terima kasih udah lama ibu bendung hasrat, hari ini dan seterusnya Ibu akan tumpahkan ke kamu semuanya” sambil mencium ku.
Setelah istirahat beberapa waktu kami kembali melanjutkan aktivitas itu tentu saja dengan cara dan gaya yang berbeda-beda. Tak terhitung berapa kali aku melakukannya sewaktu SMA yang jelas jika aku pulang ke sana pasti kami melakukan lagi dan lagi.
Sumber: BOKEPJANDA
0 komentar